Berita Pemberdayaan Masyarakat
UMKM PANGANDARAN MENGIKUTI UJI KOPENENSI DAN PELATIHAN EKSPORT

UMKM PANGANDARAN MENGIKUTI UJI KOPENENSI DAN PELATIHAN EKSPORT

Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini,  kompetensi menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk meningkatkan daya saing Usaha yang seba terbuka. Sekaligus peningkatan kapasitas dunia usaha di beberapa sektor,Uji kopetensi bagi pelaku dunia usaha UMKM ini berharap banyak manfaatnya buat Usaha kecil binaan yang sedang berkembang,dengan segala keterbatasan ketiadaan anggaran alhamdulillah KADIN Pangandaran bisa mengikuti dan mengikutkan beberapa kegiatan yang sipatnya pelatihan dan pengembangan dunia usaha tentu ini berkat pemerintah daerah yang selalau membantu mempasilitasi kegiatan kami. Acara pelatihan Ekspor dan uji kopetensi UMKM di ikuti dari 27 kabupaten/kota di jawa barat,ini kesempatan baik buat kami Ujar Teddy Sonjaya Ketua KADIN Pangandaran.

 Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI, terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM di bidang Koperasi dan UMKM, salah satunya melalui kegiatan sertifikasi kompetensi SDM Koperasi dan UKM. Kegiatan ini berupa fasilitasi pelatihan serta sertifikasi kompetensi bagi para pelaku Koperasi serta UMKM. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing, mengingat pemberlakuan MEA, sangat berpengaruh kepada banyak masuknya tenaga kerja asing yang mengakibatkan persaingan semakin ketat.

Selain memberi bekal pelatihan dan sertifikasi, Kementerian Koperasi UKM juga menyarankan agar pelaku usaha yang sudah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi membentuk usaha koperasi. Pasalnya, manfaat koperasi bisa memperbesar jaringan dan skala usaha.

Deputi Bidang Pengembangan SDM KUKM, Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2017 ini menargetkan 5.000 SDM Koperasi dan UMKM yang tersertifikasi kompetensinya dan sampai dengan pertengahan tahun ini kurang lebih sudah 1.350 orang yang terfasilitasi uji kompetensi namun hanya 1.024 orang yang lulus kompetensi. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga melakukan terobosan, yaitu dengan menargetkan tiap provinsi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Bidang Perkoperasian. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan BNSP serta mendorong Pemerintah Daerah dan pihak swasta agar dapat mendirikan LSP Perkoperasian di seluruh wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan SDM KUKM, Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS, mengatakan, saat ini jumlah LSP Perkoperasian di Indonesia hanya ada di daerah Jawa Tengah, Jakarta dan Jawa Timur. Hal ini tentu menjadi kendala dalam peningkatan kompetensi SDM di bidang perkoperasian. Pasalnya, jika hanya mengandalkan lima LSP, maka peningkatan standar kompetensi kepada pelaku dan pengurus Koperasi sangat memakan waktu yang terbilang lama untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi.

Adapun ketentuan sertifikasi pengurus dan pengelola koperasi sudah diputuskan dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No.15 Tahun 2009 Tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

“Upaya mempercepat adanya pendirian LSP di berbagai daerah tentunya kita akan bekerja sama dengan BNSP, karena lembaga tersebut yang resmi dari pemerintah untuk memberikan izin terhadap pendirian LSP,” ungkap Prakoso.sumber//PR//Metro  



Berita Pemberdayaan Masyarakat Lainnya
UMKM Pangandaran Mengikuti HUT Koprasi ke 70 di Kuningan
UMKM Pangandaran Mengikuti HUT Koprasi ke 70 di Kuningan
Jum'at, 28 Juli 2017 18:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan,hampir secara keseluruhan, ekonomi bangsa tengah mengalami proses kemajuan. Namun menurutnya, kemajuan yang ada belum diiringi pemerataan kesejahteraan yang menyeluruh bagi masyarakat. Kata Aher, sebagaimana termaktub secara spesifik dalam UUD 1945, koperasi adalah satu-satunya bentuk usaha untuk memajukan perekonomian bangsa dengan prinsip memeratakan kesejahteraan. Karena bangsa yang merdeka perlu diiringi kesejahteraan yang merata.
KADIN PANGANDARAN DI JADIKAN TEMPAT  RUJUKAN PROVINSI JOGJAKARTA UNTUK LOKUS BENHMARKING BEST PRACTICE
KADIN PANGANDARAN DI JADIKAN TEMPAT RUJUKAN PROVINSI JOGJAKARTA UNTUK LOKUS BENHMARKING BEST PRACTICE
Minggu, 16 April 2017 00:26 WIB
Kunjungan kami dari Diklatpim IV angkatan II Badan Diklat Pendidikan dan Pelatihan tahun 2017 Pemerintah Derah Yogyakarta DIY,Kota Jogjakarta,Sleman,Bantul, Kulon Progo,Gunung Kidul, Pati, Kebumen dab KPU Lampung, berharap kunjungan ini menjadikan sesuatu yang berarti lebih untuk kemajuan di daerah Yogyakarta, kami melakukan lokus benchmarking di Kabupaten Pangandaran atas beberapa sumber dan referensi yang kami terima tentunya, juga dari di media serta Pemda Pangandaran ‘’ Ujar Wahid kep Din Perikanan DIY
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KREATIF
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KREATIF
Sabtu, 11 Februari 2017 00:29 WIB
Kamar Dagang dan Industri KADIN Pangandaran gencar melakukan kegiatan pelatihan bersama Pemerintah daerah khusus bid Koprasi,UMKM dan Industri, dengan beberapa kelompok Masyarakat,Poklasar, KSM binaan, BDC yang ada di wil Pangandaran (bagolo,mangunjaya,wonoharjo,sidomulyo,sidamulih,babakan, cijulang,parigi dalam rangka memotifasi kegiatan produksi sekaligus Pelatihan pengembangan produk atau inovasi produk-produk dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar’’Ungkap Teddy Sonjaya Ketua Kamar Dagang dan Industri KADIN Pangandaran
PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN USAHA
PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN USAHA
Senin, 21 November 2016 09:26 WIB
UMKM merupakan faktor riil yang mampu menunjukkan peran pentingnya sebagai penopang perekonomian Indonesia. Hal ini sangat jelas terlihat saat resesi global melanda dunia. Dengan mengandalkan fleksibilitas usaha dan sumber permodalan, maka usaha berskala mikro, kecil dan menengah relatif lebih mampu bertahan dibandingkan usaha dengan skala besar yang banyak dibangun di atas fondasi keuangan yang rapuh