Berita Berita Bisnis dan UKM
Peran E-Commerce Bagi UMKM Pangandaran

Peran E-Commerce Bagi  UMKM Pangandaran

Maraknya platform usaha dengan sistem online alias e-commerce dari tahun ke tahun membuat para pelaku usaha offline berusaha memutar otak agar barang dagangannya tetap exsis dan bertahan untuk laku terjual. Terlebih lagi, teknologi yang berkembang semakin pesat membuat para pelaku usaha ini, mau tidak mau pelaku usaha  menjadi lebih membuka diri dan beradaptasi ke ranah online.
Kehadiran e-commerce kini dianggap sebagai bantuan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan bantuan beragam program inovatif, pelaku UMKM bisa memasarkan barang dagangannya lebih luas lagi, bahkan ke pasar internasional secara efektif dan dengan performa yang maksimal. Jadi tidak berlebihan rasanya jika e-commerce dikatakan sebagai salah satu faktor kebangkitan UMKM Indonesia, sekaligus pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia
Penyedia plafon usaha seperti Shopee, Tokopedia, lazada, platform e-commerce yang baru beroperasi selama  tahun di Indonesia telah memberikan dampak positif secara kepada masyarakat Indonesia melalui program-program inovatifnya. Bahkan,
Faktanya, terdapat beberapa manfaat untuk UMKM di Indonesia dari hadirnya e-commerce, yaitu memudahkan para mereka untuk dapat berkomunikasi dengan calon konsumennya. Komunikasi serta informasi yang jelas dari penjual, akan membuka peluang lebih besar bagi pedagang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.
Di sesi pelatihan online bersama praktisi dengan sistem online alias e-commerce dr Angga Prasetyo yang sering di panggil Abah (2021-04-8) menyampaikan pentingnya kita menguasai, memahami Teknologi supaya tidak ketinggalan dan mendapatkan manfaat teknologi tersebut akan tetapi kita harus memiliki mentor atau guru yang membimbing, diskusi live bersama 400 (empat ratus ) orang lebih pelaku UMKM selama hampir 3 jam ini sangat menarik, bermanfaat dan mengasikan. Ujar Teddy

sumber liputan6. duta.co



Berita Berita Bisnis dan UKM Lainnya
Bank Indonesia dan Kadin Priangan Timur Sosialisasikan Aplikasi QRIS Buat UMKM
Bank Indonesia dan Kadin Priangan Timur Sosialisasikan Aplikasi QRIS Buat UMKM
Sabtu, 20 Maret 2021 01:21 WIB
Kadin Pangandaran memohon agar bank Indonesia mendorong terus progres pengembangn usaha unggulan di Pangandaran sekaligus memberikan pelatihan pelatihan pemberdayaan UMKM go digital umpamanya dengan mendorong Program digitalisasi UMKM .
Lagi Tren Ditanam Petani, Apa Itu Porang dan Berapa Harganya?
Lagi Tren Ditanam Petani, Apa Itu Porang dan Berapa Harganya?
Jum'at, 12 Maret 2021 14:05 WIB
Jika dulu banyak diabaikan sebagai tanaman liar di pekarangan rumah, porang (tanaman porangdi sunda Pangandaran ACUNG ?) kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini banyak dicari. Umbi dari porang yang sering dianggap masyarakat sebagai makanan ular ini, memiliki pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea. Lalu apa itu porang? Porang adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri
Bisnis Usaha Kopi Boba dan 10 Resep minuman boba kekinian, enak, segar, & mudah dibuat
Bisnis Usaha Kopi Boba dan 10 Resep minuman boba kekinian, enak, segar, & mudah dibuat
Sabtu, 31 Oktober 2020 04:27 WIB
Sebenarnya ini salah satu potensi pasar Gula merah dalam bentuk serbuk atau yang di sebut gula semut atau gula kristal karena gula semut kristal ini memiliki rasa unik dan khas baunya sangat menggugah selera, brand brand terkenal banyak yang menggunakan gula semut, makanya kami dari Business Development Center, BDC Pangandaran di bantu Kadin terus mengembangkan terus produk gula organik ini ujar wakir mujahidin Monep BDC Pangandaran
Kadin Pangandaran Pokus adakan Pelatihan dan Pengembangan Usaha Mikro
Kadin Pangandaran Pokus adakan Pelatihan dan Pengembangan Usaha Mikro
Sabtu, 19 September 2020 07:40 WIB
Komoditi potensial adalah Kopi Robusta Pangandaran dari data berbagai sumber yang kami dapat luas luas kebun kopi di kabupaten Pangandaran sejumlah 550 ha lebih bahkan 1.120 ha. Namun Kopi Pangandaran sejauh ini masih di serap oleh Pedagang / bakul dari luar kota seperti Ciamis, banjar sari Tasikmalaya dan Bandung itu pun dalam keadaan mentah jadi harganya belum ada peningkatan,