Berita Berita KADIN Pangandaran
KADIN Pangandaran Respon Baik OJK Gelar FGD Di Priangan Timur

KADIN Pangandaran Respon Baik OJK Gelar FGD Di Priangan Timur

Kamar Dagang Dan Industri Kadin Pangandaran beserta Kadin kab Kota se Priangab timur, menghadiri pertemuan acara  Focus Group Discussion (FGD) yang di adakan oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK bertempat dii Tasikmalaya dengan judul Implementasi Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Pandemi COVID 19 terhadap prilaku Usaha di Priangan Timur.

Di tengah gempuran virus corona (Covid-19) yang semakin mewabah ini, tentu banyak sektor industri yang terdampak oleh wabah tersebut.

Bagaimana tidak,  virus corona menghentikan usaha skala makro beberapa sektor industri yang memang tidak bisa berjalan dengan hanya work from home saja.

Dengan demikian, maka roda ekonomi dari industri tersebut terpaksa harus menerima kerugian darai dampak virus corona karena sektor usanya mengalami penurunan selama masa pademi ini.

Banyak perusahaan merubah jadwal jam kerja bergilir supaya masih tetap bertahan tapi bahkan sampai melakukan PHK atau memotong gaji karyawannya. Ujar Teddy Sonjaya Ketua Kadin Pangandaran.

Kami sangat berharat terhadap Otoritas Jasa Keuangan OJK selaku regulator memperhatikan penuh regulasi yang sudah di gulirkan supaya para pelaku usaha mendapatkan penuh program program tersebut semacam memberikan bunga ringan buat pelaku usaha, relaksasi program keuangan, mempermudah bantuan keuangan buat UMKM, stimulus buat sektor parawisata agar semua sektor bisa bertahan, tambah Teddy

Yang lebih terdampak tentu sektor parawisata, Hotel, Restoran, jasa tour dll tapi wajar saja, pasalnya banyak sekali negara-negara yang memberlakukan aturan lockdown sehingga otomatis bisnis jasa pariwisata Nasional dan Internasional lesu mungkin sampai dengan terhenti demi mencegah penyebaran virus corona.

Dapat disimpulkan bahwa industri Jasa pariwisata menjadi industri yang terkena dampak negatif dari virus corona dengan kerugian sangat besar.

Banyak perusahaan platform digital yang menyediakan jasa rencana perjalanan di jawa barat yang memutuskan menghentikan sementara penjualan produk paket tur.

"Berat sekali rasanya bagi kami terutama untuk produk-produk parawisata, hotel paket tur, baik akomodasi, transportasi, tour assitance, itu pesan yang harus saya sampaikan dari pak Adrian Ketua Asita Kabupaten Pangandaran dalam sesi diskusi dengan para anggota kadinojk



Berita Berita KADIN Pangandaran Lainnya
KADIN HARUS JADI DIRIGEN DALAM MEMBANGUN EKONOMI DAERAH
KADIN HARUS JADI DIRIGEN DALAM MEMBANGUN EKONOMI DAERAH
Sabtu, 30 Januari 2021 02:24 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Indistri Indonesia Kadin Jawa Barat Drs. H. Cucu Sutara, SE MM pada acara Rapim Terbatas Kadin Kota se priangan timur, di Resto Bebene Cafee Kota Tasikmalaya yang sebelumnya pembahasan ini di lakukan di Hotel Horison Pangandaran. “Hal itu (pembentukan KPED Kabupaten Kota di Jawa barat cukup penting sebagai upaya dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi Covid-19”, ujarnya
KADIN PANGANDARAN ADAKAN SOSIALISASI HALAL USAHA KECIL / UMKM
KADIN PANGANDARAN ADAKAN SOSIALISASI HALAL USAHA KECIL / UMKM
Senin, 23 Desember 2019 09:18 WIB
"Perhatian terhadap UMKM bukan hanya tugas pemerintah, tetapi perusahaan besar BUMN dan swasta lainya. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari kemudahan fasilitas kredit dengan bunga kredit yang rendah, serta dijadikan binaan atau anak angkat dan pemberian CSR untuk pembiayaan sertifikasi HALAL lainnya," ungkap ketua Kadin Pangandaran Teddy Sonjaya.
Peningkatan Penghidupan Masyarakat Merupakan Pendekatan Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Peningkatan Penghidupan Masyarakat Merupakan Pendekatan Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Senin, 16 Desember 2019 00:03 WIB
Pengembangan ekonomi lokal menjadi prasyarat kunci untuk memperbaiki kondisi ketertinggalan dan ketimpangan penghidupan kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang umumnya dimanifestasikan oleh rendahnya kemampuan ekonomi dan akses mereka termasuk terhadap permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Secara umum kelompok MBR tersebut dapat bertahan hidup di kawasan permukiman kumuh dengan mengandalkan pada kegiatan usaha skala mikro dan pekerja rendahan/buruh.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECIL SANGAT PENTING DI DAERAH BERKEMBANG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECIL SANGAT PENTING DI DAERAH BERKEMBANG
Rabu, 04 Desember 2019 09:56 WIB
Pengembangan ekonomi lokal menjadi prasyarat kunci untuk memperbaiki kondisi ketertinggalan dan ketimpangan penghidupan kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang umumnya dimanifestasikan oleh rendahnya kemampuan ekonomi dan akses mereka termasuk terhadap permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Secara umum kelompok MBR tersebut dapat bertahan hidup di kawasan permukiman kumuh dengan mengandalkan pada kegiatan usaha skala mikro dan pekerja rendahan/buruh. Livelihood (penghidupan masyarakat) merupakan pendekatan dalam pemberdayaan ekonomi lokal yang dilakukan Program KOTAKU dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas penghidupan MBR di kawasan permukiman kumuh. Grand strategy pemberdayaan ekonomi lokal (economic empowerment) bagi MBR yang dikembangkan Program KOTAKU adalah mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di level komunitas/kelurahan dengan level kabupaten/kota, Ujar Teddy