Berita Berita KADIN Pangandaran
Kadin Pangandaran Berjumpa dengan Wakil Bupati, Ini Pesan Wabub

Kadin Pangandaran Berjumpa dengan Wakil Bupati, Ini Pesan Wabub

Pangandaran - Kadin Pangandaran berkesempatan untuk bertemu dengan Wakil Bupati Pangandaran, seyogyanya bertemu Bupati, namun Bupati masih dalam perjalanan dinas. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Bupati (17/03), Bapak Wakil Bupati, Ujang Endin menyampaikan beberapa hal terkait kadin dan juga perekonomian di Pangandaran.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengapresiasi semua pihak yang secara bersama-sama memberikan kontribusi untuk pembangunan dan perekonomian Pangandaran, termasuk Kadin Pangandaran. Kontribusi Kadin diharapkan bisa membantu recovery perekonomian khususnya mendorong UMKM di Pangandaran untuk bisa bangkit dan bahkan lebih maju lagi, pesan Wakil Bupati.

Pada pertemuan itu, Kadin Pangandaran yang diwakili Ketua Umum, Teddy Sonjaya dan Adrian Saputro Anggota Kadin yang juga Ketua ASITA Pangandaran mengungkapkan bahwa Kadin saat ini fokus pada pemberdayaan UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi, khususnya pada industri kreatif dan kepariwisataan. Termasuk berbagai pelatihan yang diselenggarakan untuk para pemuda di Pangandaran.

Sementara itu, pada bidang Pariwisata. Adrian menyampaikan harapannya akan terus gencarnya promosi dan pelatihan bidang pariwisata, tentu dengan penguatan protokol kesehatannya. Sehingga pariwisata Pangandaran bisa bergairah kembali, karena sejak pendemi Covid-19, angka kunjungan wisatawan asing ke Pangandaran turun drastis dan nyaris kosong.

Kadin Pangandaran juga mendorong pemerintah bisa membantu mempromosikan, mengajak pemda-pemda dan lembaga lain diluar Pangandaran untuk mengadakan berbagai kegiatan seperti raker, bimtek maupun kegiatan lainnya di Pangandaran sehingga Pangandaran bisa terus hidup pariwisatanya baik saat hari kerja maupun akhir pekan.

Mengakhiri pertemuan itu, Ketua Kadin Pangandaran menyerahkan bundel Legalitas Kadin Pangandaran kepada Wakil Bupati Pangandaran untuk selanjutnya berharap hasil diskusi dan apa yang diserahkan bisa disampaikan ke Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.
 



Berita Berita KADIN Pangandaran Lainnya
KADIN Pangandaran Respon Baik OJK Gelar FGD Di Priangan Timur
KADIN Pangandaran Respon Baik OJK Gelar FGD Di Priangan Timur
Kamis, 04 Maret 2021 05:52 WIB
Kamar Dagang Dan Industri Kadin Pangandaran beserta Kadin kab Kota se Priangab timur, menghadiri pertemuan acara Focus Group Discussion (FGD) yang di adakan oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK bertempat dii Tasikmalaya dengan judul Implementasi Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Pandemi COVID 19 terhadap prilaku Usaha di Priangan Timur.
KADIN HARUS JADI DIRIGEN DALAM MEMBANGUN EKONOMI DAERAH
KADIN HARUS JADI DIRIGEN DALAM MEMBANGUN EKONOMI DAERAH
Sabtu, 30 Januari 2021 02:24 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Indistri Indonesia Kadin Jawa Barat Drs. H. Cucu Sutara, SE MM pada acara Rapim Terbatas Kadin Kota se priangan timur, di Resto Bebene Cafee Kota Tasikmalaya yang sebelumnya pembahasan ini di lakukan di Hotel Horison Pangandaran. “Hal itu (pembentukan KPED Kabupaten Kota di Jawa barat cukup penting sebagai upaya dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi Covid-19”, ujarnya
KADIN PANGANDARAN ADAKAN SOSIALISASI HALAL USAHA KECIL / UMKM
KADIN PANGANDARAN ADAKAN SOSIALISASI HALAL USAHA KECIL / UMKM
Senin, 23 Desember 2019 09:18 WIB
"Perhatian terhadap UMKM bukan hanya tugas pemerintah, tetapi perusahaan besar BUMN dan swasta lainya. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari kemudahan fasilitas kredit dengan bunga kredit yang rendah, serta dijadikan binaan atau anak angkat dan pemberian CSR untuk pembiayaan sertifikasi HALAL lainnya," ungkap ketua Kadin Pangandaran Teddy Sonjaya.
Peningkatan Penghidupan Masyarakat Merupakan Pendekatan Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Peningkatan Penghidupan Masyarakat Merupakan Pendekatan Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Senin, 16 Desember 2019 00:03 WIB
Pengembangan ekonomi lokal menjadi prasyarat kunci untuk memperbaiki kondisi ketertinggalan dan ketimpangan penghidupan kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang umumnya dimanifestasikan oleh rendahnya kemampuan ekonomi dan akses mereka termasuk terhadap permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Secara umum kelompok MBR tersebut dapat bertahan hidup di kawasan permukiman kumuh dengan mengandalkan pada kegiatan usaha skala mikro dan pekerja rendahan/buruh.